Showing posts with label pit onthel. Show all posts
Showing posts with label pit onthel. Show all posts

Monday, November 1, 2010

Kenangan Pameran Accesories and kids fair

Kenangan waktu counter suroboyo stamps ikut di pameran accesories and kids fair yang berlangsung dari tanggal 4 -24 oktober 2010 di royal plaza surabaya lantai G
dijual juga prangko dalam dan luar negeri kondisi used @ rp 500 dan uang obral, repro foto surabaya tempo dulu, batavia, sukarno dll





pigura berisi uang untuk mahar dan miniatur sepeda , becak

selain uang, benda filateli juga dijual buku-buku seperti pit onthel, gambar umbul dll

Pigura bergambar kantor pos kebon rojo tempo dulu dan SHP NKRI yg disusun menjadi peta INDONESIA
iklan rokok PELIKAAN
paket prangko indonesia yang dijual @ rp 10.000 dalam satu paket berisi 20-25 prangko used

Saturday, July 17, 2010

KENANGAN ACARA DI YOGYAKARTA DAN JOMBANG

2 buah kegiatan bursa telah usai diikuti oleh suroboyo stamps, ini adalah kenangan yang tersisa dari bursa / pameran yang dilaksanakan di pura pakualaman yogyakarta 29 Juni - 4 juli 2010) dan GOR Merdeka Jombang Surabaya ( 9 - 15 Juli 2010)stand sepeda onthel

stand gabungan suroboyo stamps dengan rekan numismatik yogyakarta
gelar sebuah tarian di sela-sela acara bursa di pura pakualamanstand suroboyo stamps di acara pesta buku murah dan pekan budaya panji jombang, berbagai macam barang yang di jual mulai uang lama, benda filateli, buku-buku, kalaung, gelang dan tasbih dari buah kukaanak-anak yang tengah mengamati koleksi uang dan memilih prangko obralpanjangan uang lama dan filateli ternyata banyak menarik perhatian pengunjung
salah satu buku yang di jual tentang pit onthel
selain uang lama, gelang dan cincin juga menrik perhatian pengunjung
sebagian model kalung dan gelang yang dijual di counter suroboyo stampsBintang tamu Aceng, seorang pemegang rekor muri, bermain gitar dengan menggunakan kaki, karena Aceng terlahir tanpa mempunyai 2 belah tangan dan saat ini tengah berupaya memecahkan rekor untuk bermain drum selama 2 x 24 jam dan mengemudi mobil dari candi borobudur sampai ke jakarta dengan menggunakan kedua belah kakinya